Agunan Bpkb Mobil Yang Tidak Dapat Digadai

Pada program pinjaman gadai, tidak semua agunan bpkb mobil dapat dijaminkan. Ada syarat kondisi tertentu (perkecualian) yang ditetapkan oleh perusahaan pembiayaan. Dan biasanya bersifat mutlak, tidak dapat ditawar. Hal ini disebabkan karena sudah menjadi peraturan dan ketentuan yang wajib dijalankan. Kondisi apa sajakah yang membuat pinjaman gadai bpkb anda ditolak atau tidak dapat diproses? Berikut ini ulasannya.

Adapun proses yang tidak bisa dilakukan pada program pinjaman agunan bpkb mobil adalah dengan kondisi sebagai berikut:

pinjaman agunan bpkb mobil

  1. Tidak memenuhi syarat tahun pembuatan. Ketentuan ini cukup mutlak ditaati. Hal ini terkait dengan kebijakan asuransi rekanan. Secara umum, maskapai asuransi rekanan menetapkan maksimal usia mobil adalah 12 tahun. Jika asuransi tidak bisa menerima jaminan bpkb mobil tua, maka proses kredit memiliki resiko yang sangat besar. Apalagi, semua kredit pada perusahaan pembiayaan wajib dicover oleh asuransi.
  2. Kendaraan plat kuning, angkutan umum dan ex-taxi. Semua agunan ini memiliki nilai jual yang berbeda dengan kondisi standar. Selain itu, peminatnya juga hanya pada kalangan khusus. Jika pada nasabah terjadi wanprestasi dan unitnya diserahkan, maka akan menyulitkan leasing dalam proses lelang. Harganya tidak dapat ditetapkan sesuai patokan, dan biasanya membutuhkan waktu cukup lama agar terjual.
  3. Agunan mobil atau truk bekas pertambangan. Biasanya kendaraan jenis ini tidak memiliki spesifikasi umum (edisi khusus). Selain itu, jaminan seperti ini biasanya memiliki kondisi yang cukup parah terkait fungsinya pada perusahaan tambang.
  4. Agunan berupa bpkb mobil yang duplikat. Jenis kendaraan dengan kondisi surat duplikat menjadi kurang laku di pasaran mobil bekas. Selain itu, harga jualnya juga sangat rendah. Dokumen persyaratan kredit yang sifatnya duplikat (walau resmi), berarti tidak asli. Hal ini juga sudah tidak dapat diproses karena ketentuan agunan di leasing mewajibkan agar nasabah menyerahkan dokumen bpkb yang asli, sebelum dilakukan pencairan gadai atau pinjaman.
  5. Bpkb terdapat coretan revisi. Biasanya terjadi akibat kesalahan penerbit atau karena terjadi perubahan spesifikasi mobil. Kondisi ini juga kurang diminati jika dilelang. Jenis pinjaman dengan sistem jaminan, biasanya memperhitungkan faktor resiko lelang demi memperkecil kerugian akibat wanprestasi nasabah.
  6. Mobil full modifikasi, termasuk juga kendaraan bekas balapan dan kontes. Ini juga merubah spesifikasi bentuk maupun mesin. Harga jualnya juga kurang bagus. Butuh kolektor khusus, jika ingin nilai kendaraan menjadi tinggi. Selain itu, pihak asuransi juga tidak bisa menerima kondisi agunan seperti ini.

Dari penjelasan di atas, cara agar pinjaman dapat disetujui adalah menghindarkan keenam kondisi di atas terjadi. Perusahaan pembiayaan selalu mengelola bisnisnya agar dapat meminimalkan potensi kerugian. Keenam kondisi tersebut adalah hal yang biasanya memiliki resiko kerugian yang tinggi jika dijalankan.

Info Terkait Uang

Bagikan Info Pinjam Uang CepatShare on Facebook
Facebook
0Share on Google+
Google+
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on StumbleUpon
StumbleUpon
0Share on Yummly
Yummly
0Email this to someone
email