Kredit Mobil DP 0%, Memungkinkan Tapi Sangat Berbahaya!

Cukup banyak pertanyaan terkait pengajuan pinjaman kredit mobil oleh nasabah, terutama DP 0%. Apakah hal ini memungkinkan? Memang, di awal terlihat program seperti ini sangat menarik dan membantu konsumen yang memiliki uang terbatas. Walaupun kami tidak mengeluarkan program kepemilikan unit kendaraan bermotor melainkan program peminjaman uang dengan jaminan, tetapi terkait prinsip bisnis yang memiliki kemiripan, maka Siduit mencoba melakukan analisa dan mengulas fenomena tersebut. Dan tentu saja, kondisi tersebut sangat mungkin! Walaupun memiliki resiko dan konsukwensi tinggi yang patut dicermati oleh debitur. Program kredit mobil tanpa DP (uang muka) malah lebih banyak merugikan nasabah!

kredit mobil tanpa dp

Skenario DP 0%

Ada dua hal yang merupakan skenario dan mekanisme terjadinya transaksi pendanaan tanpa uang muka. Khususnya dalam pembelian unit mobil secara kredit, maka kondisi DP 0 dapat dilakukan dengan cara:

  • Memberikan diskon yang sangat besar kepada nasabah (terutama pada pembelian mobil baru). Biasanya dealer membuang semua margin, refund asuransi dan provisi sebagai subsidi ke konsumen. Teknis ini dibatasi kuota, dan hanya dalam periode singkat. Mereka berani mengambil langkah itu karena adanya target yang dibebankan main dealer dan karena adanya blind bonus khusus terkait pencapaian target.
  • Memberikan kombinasi subsidi dan upping harga unit, terutama pada pembelian mobil bekas. Pada unit yang sudah terlalu lama (tidak laku), biasanya diterapkan hal ini. Bahkan jika saat menebusnya sangat murah (biasanya hasil lelangan dengan kondisi buruk), maka tidak segan-segan showroom mobkas memberikan subsidi uang muka, bahkan kredit tanpa DP sekalipun.

Kerugian Bagi Konsumen

Jika anda tertarik dengan program kreditan non uang muka, maka sebaiknya perlu waspada. Dan berikut ini potensi kerugian yang bisa timbul atas transaksi tersebut. Yaitu:

  1. Hutang pokok menjadi tinggi. Kondisi ini menyakitkan dan paling terasa saat anda mencoba mengajukan take over kredit, walaupun sudah jalan cicilan 70%, tetapi sisa hutang hampir sama besarnya dengan nilai taksasi saat itu.
  2. Beban bunga kredit tanpa DP secara nominal menjadi sangat besar. Interest rate bisa saja sama, tetapi anda menderita kerugian akibat membayar nominal uang lebih besar dibandingkan dengan pinjaman menggunakan uang muka (bukan DP nol). Jika anda mengetahui rumus kredit, maka dapat menganalisa kejadian ini (silakan baca: Cara menghitung angsuran mobil).
  3. Potensi penolakan pembelian secara kredit untuk mobil yang dipilih oleh bank atau leasing yang tinggi, akibat program DP Rp. 0 dan hasil analisa kapasitas keuangan nasabah.
  4. Potensi pengeluaran besar atas perbaikan atau perawatan mobil. Jika anda membeli unit hasil lelangan dengan kondisi buruk, maka siap-siap mengambil kocek yang dalam. Cukup banyak oknum penjual kendaraan bekas yang hanya memperbaiki secara tampilan (trik) bukan memperbaiki secara tuntas. Dan ini menimbulkan masalah di masa mendatang, terutama saat unit mobil berpindah tangan ke konsumen.
  5. Saat melakukan refinancing (gadai bpkb mobil), maka berpotensi terjadi penolakan pinjaman kredit. Kondisi unit yang buruk ditambah kapasitas minim adalah alasan yang masuk akal bagi leasing dana tunai menolak anda!

Dari penjelasan di atas, anda seharusnya sudah paham. Sangat bahaya bagi nasabah yang ingin berburu program kredit kepemilikan mobil tanpa uang muka alias DP 0%. Sebaiknya jangan paksakan diri demi gengsi memiliki mobil tetapi sebenarnya kemampuan keuangan terbatas. Waspadalah dengan penawaran menggiurkan dari oknum tertentu terkait Down Payment Rp. 0 yang sangat berbahaya bagi konsumen ini. Silakan pikir ulang dan lakukan kalkulasi dengan cermat dan cerdas!

Info Terkait Uang

Bagikan Info Pinjam Uang CepatShare on Facebook
Facebook
0Share on Google+
Google+
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on StumbleUpon
StumbleUpon
0Share on Yummly
Yummly
0Email this to someone
email