Pinjaman COP Incaran Karyawan Berprestasi

Salah satu bentuk penghargaan perusahaan yang diincar oleh karyawan adalah Pinjaman COP. Car Ownership Program ini biasanya diberikan oleh institusi kelas menengah ke atas kepada karyawan yang berprestasi pada level posisi tertentu. Sejumlah uang ditentukan sebagai batas atas (plafon) untuk pembelian mobil, dan diikat perjanjian dalam jangka waktu tertentu. Seiring berjalannya waktu, COP juga sering disebut sebagai kredit mobil tanpa uang muka dan terdapat subsidi bunga dari perusahaan tempat karyawan bekerja.

Pengertian dan Konsep COP

Mungkin bagi yang awam, cukup penasaran dengan apakah yang disebut pinjaman COP? Dan bagaimana konsepnya? Dan silakan simak pengertian berikut ini:

pinjaman cop

COP atau Car Ownership Program adalah fasilitas kredit kepemilikan mobil pribadi yang diberikan oleh sebuah perusahaan kepada karyawan berprestasi di level dan jabatan tertentu dengan sistem subsidi khusus yang diberikan sebagai penghargaan dan loyalitas

Konsepnya adalah penghargaan atas prestasi dan sikap loyal pegawai. Itulah sebabnya ada bagian yang ditanggung oleh perusahaan. Biasanya COP memiliki tenor hingga 5 tahun dan secara tidak langsung mengikat loyalitas karyawan setidaknya hingga masa cicilan tersebut. Jenis pinjaman bersubsidi ini juga tidak menerapkan bunga. Dengan komposisi pembagian sumber dana plafon kredit sebesar 70:30 atau 60:40 atau 50:50. Pinjaman di Jakarta yang diberikan kepada pegawai ini, tidak menerapkan analisa persetujuan khusus terhadap kapasitas keuangan penerima kredit.

Sumber Dana

Pertanyaan selanjutnya yang sering muncul adalah dari mana sumber dana kredit COP perusahaan ini? Dan kami temukan di sebagian besar bersumber dari:

  • Uang milik perusahaan.
  • Kerjasama dengan perbankan atau #leasing.
  • Sebagian kecil ditanggung karyawan.

Mekanisme Kredit COP

Mekanismenya dan cara transaksinya cukup mudah. Di awal, pihak institusi menyediakan sejumlah dana sebesar plafon tertentu untuk membeli #mobil secara cash. Jumlah plafon kredit ini dibagi tenor sehingga didapatkan angsuran tetap yang harus ditanggung oleh pegawainya. Lalu sesuai komposisi yang ditentukan, perusahaan memberikan kewajibannya dengan menaikkan penghasilan (upah) pegawai sejumlah prosentase komposisi terhadap cicilan.

Contoh penerapan

Plafon pinjaman COP 100 juta dengan komposisi 70:30. Artinya perusahaan menanggung sebesar 70 juta dan karyawan sebesar 30 juta. Jika ditentukan tenor 5 tahun, maka angsuran yang dipotong dari penghasilan pegawai sebesar Rp. 1,666,666,- per bulan. Karena ada porsi yang ditanggung oleh perusahaan, maka pendapatan karyawan ditambahkan (subsidi) sebesar Rp. 1,166,666 setiap bulannya.

Terkait kebutuhan dana di awal yang cukup besar (plafon COP), maka beberapa institusi perusahaan bekerjasama dengan pihak bank atau leasing. Status nasabah bank dalam program ini adalah perusahaan bukan individu karyawan (sistem QQ, dengan #angsuran autodebet dari rekening perusahaan). Dan hal ini memberikan jaminan kenyamanan bagi bank maupun leasing. Itulah sebabnya, bank penerbit program COP biasanya memberikan pinjaman dengan bunga spesial yang sangat murah.

Info Terkait Uang

Bagikan Info Pinjam Uang CepatShare on Facebook
Facebook
0Share on Google+
Google+
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on StumbleUpon
StumbleUpon
0Share on Yummly
Yummly
0Email this to someone
email

Komentar ditutup.