Rumus Dasar Simulasi Kredit Mobil di Indonesia

Informasi terkait perhitungan simulasi angsuran kredit untuk unit mobil ini berlaku umum di Indonesia dan sifatnya masih berupa rumus dasar. Secara teknis, ada banyak pengembangan yang dilakukan oleh perusahaan pembiayaan maupun perbankan di dalam memanfaatkan pola dasar perhitungan ini. Dan biasanya, ini merupakan “rahasia dapur leasing” di dalam menghitung cicilan yang di dalamnya terdapat beberapa sumber pendapatan. Jadi bukan hanya penghasilan bunga saja yang diperoleh, tetapi dari beberapa komponen penyusunnya juga kadang disisipi sumber keuntungan. Rumus simulasi kredit mobil ini saya bagikan bukan bersifat baku tetapi prinsipnya harus anda pahami.

Komponen Perhitungan Simulasi

Cara menghitung simulasi angsuran pinjaman gadai bpkb mobil maupun kredit pembelian unit mobil baru dan bekas ini terdiri atas komponen inti yang harus ada. Dan item yang mempengaruhi besaran cicilan maupun pencairan (nilai pembelian) adalah sebagai berikut:

simulasi kredit mobil
Kredit Mobil
  1. Cost of fund (COF). Ini adalah bunga dasar yang harus diraih oleh leasing untuk dapat menjalankan bisnis. Dasar penetapannya adalah interest rate yang harus mereka bayarkan kepada pengucur modal. Dan ini bisa berarti sumbernya dari bunga bank, saham dan lain-lain. Dalam prakteknya, ada lembaga keuangan yang memasukkan komponen COF ke dalam rumus sebagai bunga jual. Hal ini agar tidak diketahui karyawan terkait besaran sesungguhnya interest rate yang ditanggung perusahaan kepada pemilik modal.
  2. Bunga Jual (BJ). Inilah omset yang di dalamnya terkandung Cost of fund dan keuntungan. Bahkan operating expenses serta potensi resiko kerugian kadang dimasukan sebagai komponen dalam simulasi perhitungan dalam menentukan bunga jual yang dibebankan ke pembeli mobil secara kredit. Secara prinsip, nilai inilah yang ditawarkan kepada masyarakat secara flat (tetap). Tetapi di dalam perhitungan akunting, dilaporkan dalam bentuk bunga efektif (floating).
  3. Harga Mobil. Pada pembelian kendaraan baru, nilainya adalah sebesar on the road unit tersebut. Sedangkan pada transaksi mobil bekas maupun program pegadaian, besarnya berupa harga taksasi yang patokannya ditentukan oleh lembaga keuangan (bank, leasing, koperasi dan lainnya). Komponen ini tidak bisa ditentukan oleh debitur maupun penjual terkait obyektifitas. Jika nilainya diserahkan kepada mereka, maka bisa saja dilakukan praktek kecurangan dengan meningkatkan harga agar beban uang muka maupun pencairan dana menjadi lebih tinggi.
  4. Uang Muka (DP). Ini adalah dana yang dikeluarkan oleh masyarakat sebagai resiko yang harus ditanggung jika membeli kendaraan secara kredit. Semakin besar nilainya, maka akan memperkecil resiko kredit macet yang ditanggung perusahaan pembiayaan. Dalam dunia perbankan, ada aturan minimal terkait DP.
  5. Biaya Asuransi. Setiap simulasi pinjaman pembelian mobil pasti memasukkan komponen tarif asuransi ke dalam rumus perhitungannya. Ada tiga macam yang ditawarkan yaitu TLO, Allrisk maupun kombinasi. Dalam prakteknya, banyak leasing dan bank yang menggunakan nilai kombinasi di dalam perhitungan angsuran.
  6. Biaya lain. Ini bukan aksi tipu-tipu yang dilakukan oleh perusahaan pembiayaan tetapi memang pengeluaran ini memang ada dan berlaku secara umum. Di dalamnya juga termasuk biaya administrasi, pembuatan akta notaris, fidusia, provisi dan lainnya. Ada yang menetapkan secara prosentase ada pula yang menetapkan secara fixed. Tetapi yang paling umum dilakukan adalah kombinasi dari keduanya. Simulasi cicilan kredit mobil pasti memiliki komponen biaya lain dalam rumusnya.
  7. Tenor. Dalam bahasa Indonesia secara umum diartikan sebagai jangka waktu angsuran. Besarnya mulai dari 6 bulan hingga 4 tahun. Tetapi di Indonesia, pemberlakukan tenor yang banyak dipakai oleh masyarakat adalah 3 tahun.

Rumus Dasar Kredit Mobil

Dan berikut ini adalah beberapa tahap perhitungan angsuran dan simulasi pinjaman yang dalam prakteknya dilakukan pengembangan oleh bank dan leasing mobil. Yang wajib anda pahami adalah sebagai berikut:

  • Tahap penentuan pokok hutang dasar (PHD). Rumusnya PHD = Harga OTR – DP. Pada bisnis pinjaman uang, nilai ini disebut pencairan dasar, yaitu sekitar 50% – 85% dari taksasi agunan.
  • Tahap penentuan Pokok Hutang Total (PHT). Rumus PHT = PHD + Asuransi + Biaya Lain + Bunga Jual. Ini adalah besarnya kewajiban hutang debitur secara total.
  • Tahap penentuan cicilan. Adapun rumus menghitung Angsuran = PHT / tenor. Hasilnya adalah yang ditanggung nasabah setiap bulannya.

Demikianlah cara menentukan angsuran kredit mobil yang merupakan simulasi perhitungan yang digunakan lembaga keuangan. Yang saya sampaikan di sini adalah bentuk dasar saja. Dalam accounting perusahaan pembiayaan, pola menghitungnya sedikit lebih rumit terkait dengan beberapa biaya yang harus dibebankan. Selain itu, komponen yang rumit juga terjadi di dalam penentuan cost of funding yang harus ditanggung oleh mereka.

Walaupun rumit dan bisa saja diselipkan beberapa poin pendapatan perusahaan, anda selaku nasabah tidak perlu kuatir. Bank Indonesia melakukan pengecekan dan OJK mengawasi praktek bisnis perusahaan pembiayaan. Termasuk juga dalam kewajaran penetapan bunga jual ke masyarakat. Inilah arti pentingnya anda mengajukan kredit pinjaman kepada perusahaan yang berada di bawah pengawasan OJK.

Info Terkait Uang

Bagikan Info Pinjam Uang CepatShare on Facebook
Facebook
3Share on Google+
Google+
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on StumbleUpon
StumbleUpon
0Share on Yummly
Yummly
0Email this to someone
email